Jumat, 25 Nov 2016 | 22:24 WIB

Ustadz Ahmad : ISQ Solusi Bagi Masyarakat yang Saat Ini Gandrung Belajar Alquran

 

Nusantaramengaji.com – Pengasuh Pesantren Tahfizh Qur’an Fantastis, Ahmad Yasin, SQ,. M.Ag apresiasi program Infak Sejuta Alquran (ISQ). Menurutnya program ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang saat ini memiliki minat yang tinggi mempelajari Alquran, namun karena kondisi ekonomi mereka tidak bisa memiliki Alquran.

Hal itu diungkapkan Ustadz asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini saat menerima kunjungan Tim Nusantara Mengaji di Pesantrennya untuk bersilaturrahim dan menyalurkan infak Alquran.

“Akhir-akhir ini animo umat Islam dalam mempelajari, bahkan menghafal Alquran sangatlah tinggi sehingga bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi menjadi terhalang untuk mewujudkan niat mulianya dalam berinteraksi dengan Alquran dikarenakan mereka tidak memiliki Alquran yang menjadi pedoman hidupnya,” ungkapnya

Oleh karena itu, lanjut Ustadz yang merupakan Imam Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, dengan adanya program Infaq Sejuta Alquran memudahkan orang dalam belajar Alquran.

“Program Nusantara Mengaji ini diharapkan menjadi salah satu solusi bagi mereka yang tidak memiliki Alquran untuk selalu hidup dengan Alquran,” jelasnya.

Selain memudahkan masyarakat memiliki Alquran, ISQ ini bisa menjadi jalan meraih pahala bagi orang yang melakukan infak.
“Program ini juga dapat menjadi ladang amal bagi kaum Muslimin yang mendermakan hartanya, karena dari setiap huruf yang umat Islam baca dari Alquran, akan mengalirkan banyak pahala bagi para Muhsinin. Aamiin,” ucapnya mengakhiri perbincangan.

Fantastic Islamic Boarding School yang diasuh oleh Ustadz Ahmad adalah Sekolah Hafiz Alquran dan Hadits. Lembaga yang dekat dengan kampus UI Depok ini memiliki program menghafal Alquran 30 Juz, Menghafal Hadits Arba’in, beraqidah Islam Ahlussunnah Waljama’ah, dan beberapa kompetensi lainnya.

Metode menghafal Alquran yang diterapkan adalah metode Fantastis (Hafal Tuntas dan Praktis), perpaduan Tikrar (mengulang-ulang hafalan) dan Tadabbur. (dmr)

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*