Kamis, 22 Sep 2016 | 05:48 WIB

Pahala Sedekah Bukan Milik Hartawan Semata

“Ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, mudahkan dan lapangkanlah segala ikhtiar hamba dalam mencari rizki di dunia ini, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup hamba dan keluarga, serta bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan”

Lantunan doa di  atas acapkali kita lantunkan untuk meminta kemurahan rizki dari Allah SWT. Selain memang untuk memenuhi kebutuhan hidup, banyak orang cemburu dengan orang-orang yang memiliki harta, karena dengan  mudah mereka bisa melakukan kebaikan berupa sedekah terhadap orang-orang yang kekeurangan secara meteri, sementara mereka yang tak memiliki harta tidak bisa melakukan. Maka kemudian banyak di antara kita yang bergumam dan berangan-angan untuk bisa seperti mereka yang berharta.

Realitas diatas pernah terjadi pada masa baginda Rasulullah SAW, beliau didatangi para sahabat yang secara ekonomi mereka kekurangan. Mereka mengadu dan setengan protes dengan keadaan yang mereka alami, mereka berkata “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, tapi mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.”

Mendengar pengaduan para sahabat tersebut Rasulullah dengan bijak bersabda, “Bukankah Allah SWT telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, pada setiap tahmid ada sedekah, dan pada setiap tahlil ada sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan mendatangi istrimu juga sedekah.” (HR Muslim).

Sabda Rasulullah ini mengingatkan kita bahwa untuk melakukan sedekah banyak cara yang bisa kita lakukan, dengan apa yang kita miliki kita bisa melakukan sedekah, karena bila kita melakukan kebaikan itu dengan ikhlas pahalanya tidak akan kalah dari pemilik harta yang berlimpah.

Rasulullah pada hadis lain mengatakan bahwa, sekecil apapun sedekah yang kita lakukan akan mendapat balasan dari Allah.

“Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh biji kurma“. (H.R Bukhori dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam.

Masihkah kita akan menunda sedekah dengan apa yang kita miliki? semoga kita bisa terus saling bersedekah dengan apa yang kita miliki. Semoga bermanfaat. (*)

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*