Kamis, 3 Nov 2016 | 15:35 WIB

Munajat Nusantara Mengaji; Riyadhah Nasional Untuk Keselamatan, Kesejahteraan dan Keberkahan Bangsa

Oleh : A. Muhaimin Iskandar, M.Si (Inisiator Nusantara Mengaji)

Syahdan, medio April 2016, saya mendapat perintah dari para kyai melaksanakan Khotmil-Qur’an sebanyak 300 ribu khataman selama 24 jam serentak diseluruh penjuru tanah air untuk keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia. Perintah itu langsung saya sanggupi tanpa bertanya dan membantah, sebab ini perintah para Kyai yang selama ini tak henti-hentinya mendoakan bangsa Indonesia

Dalam persiapan pelaksanaan yang hanya dalam masa sebulan, sejumlah teman sempat memberi pertanyaan, dapatkah 300 ribu khataman Al-Qur’an yang digelar selama sehari-semalam itu terlaksana? Namun, ternyata semua berlangsung di luar dugaan. Alhamdulillah sambutan umat Islam mendengar Al-Qur’an langsung bersatu padu, mulai dari Papua hingga Nanggroe Aceh Darussalam menyambut dengan gegap gempita. Begitu gerakan ini disosialisasikan, Subhanallah, jutaan orang dari berbagai penjuru tanah air mendaftarkan diri secara sukarela untuk mengkhatamkan Al-Qur’an bersama-sama. Al-Qur’an benar-benar menggerakkan hati umat Islam Indonesia.

Tak dinyana dalam prediksi kala itu, Gerakan Nusantara Mengaji mengundang jutaan umat Islam dari pelbagai latarbelakang, berduyun-duyun bergabung menggemakan Al-Qur’an di seluruh nusantara. Bahkan sederet tokoh-tokoh yang ahli dalam keilmuan Al-Qur’an juga turut mendukung Gerakan Nusantara Mengaji ini. Pakar Ilmu Al-Qur’an Dr. KH. Muhammad Akhsin Sakho mengatakan “mengkhatamankan Al-Qur’an 300.000 kali secara serentak ini, Insya Allah pertama kali dan satu-satunya di dunia yang terbanyak.” Kemudian Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (Imam Besar Masjid Istiqlal) juga menyatakan, “kalau umat Islam Indonesia membaca, memahami, mendalami dan melaksanakan Al-Qur’an secara utuh, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kebhinekaan, dan kebersamaan di Indonesia akan terjaga selama-lamanya.” Begitu pula yang disampaikan KH. Syarif Rahmat, SQ. yang menyebutkan, “Setiap Nabi punya masalah di zamannya masing-masing, sedangkan doa semua Nabi ada pada Alquran. Nah, Gerakan Nusantara Mengaji ini adalah bagian dari doa kita ber-riyadhah melalui Al-Qur’an”.

Puncaknya pada 7 Mei 2016,  mulai pukul 20.00 WIB, Gerakan Nusantara Mengaji secara resmi dimulai secara serentak. Pembukaan khataman dilakukan di alun-alun kabupaten Jember, Jawa Timur yang dihadiri 40 ribu lebih umat Islam di Jember. Pada saat bersamaan, ratusan ribu masjid, musholla, pondok pesantren, kantor perusahaan, rumah tinggal, apartemen, pendopo kabupaten, rumah dinas pejabat, lapangan kampung, asrama mahasiswa, kos-kosan, lembaga pemasyarakatan, rumah sakit, hingga alun-alun di 401 kabupaten/kota se-Indonesia telah menjadi tempat penyelengaraan khataman. Sungguh ini adalah keistimewaan Al-Quran, sehingga semua tempat ingin jadi tuan rumah khataman mulai dari Aceh sampai Papua. Mulai malam itu, 3 juta lebih umat Islam Indonesia mengkhatamkan Al-Quran dan sebanyak 325 ribu kali khataman bisa dirampungkan dalam sehari semalam. Sejumlah menteri kabinet kerja, ribuan anggota DPR RI dan DPRD, puluhan gubernur, bupati, walikota dan pejabat pemerintah lainnya, selama sehari semalam (7-8 Mei 2016) bersama jutaan kiai, santri, hafidz, hafidzah, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, dokter, perawat, masyarakat muslim dari pelbagai kalangan hingga narapidana-pun berpadu mengkhatamankan Al-Qur’an serentak.

300 ribu kali khataman adalah munajat dan riyadlah umat Islam untuk mendoakan bangsa Indonesia agar keluar dari segala keruwetan, tantangan, dan masalah yang melilit bangsa Indonesia. Kita semua mafhum bahwa Presiden, para menteri, para gubernur, dan para bupati serta seluruh kekuatan eksekutif dan legislative disemua tingkatan telah bekerja keras membangun bangsa ini. Demikian pula seluruh elemen masyarakat, seperti organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU), partai politik, pelaku usaha dan lain sebagainya telah bahu membahu bekerja keras untuk menjalankan pembangunan nasional. Tetapi, masalah demi masalah masih banyak yang belum teratasi. Di antaranya adalah hutang luar negeri, kondisi perekonomian yang belum membaik, kesenjangan ekonomi-sosial, kekerasan terhadap perempuan dan anak, menjamurnya narkoba, dekadensi moral, terakhir LGBT, serta berbagai keadaan pahit lainnya. Selain usaha keras kita mengatasi semua itu, untuk mempercepat pengatasan pelbagai masalah tersebut, tidak ada jalan lain bagi bangsa ini kecuali membersamai seluruh perjuangan para pemimpin negeri dan seluruh rakyat dengan bermunajat kepada Allah SWT.

Sebagai umat Islam Ahlussunah Waljama’ah, dalam situasi ini kita bukan saja berpangku pada usaha lahiriyah semaksimal mungkin. Kita percaya usaha dan kerja keras kita itu harus disempurnakan dan dikuatkan dengan munajat dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga Nusantara Mengaji ini menjadi alat untuk membuka langit dan menurunkan rahmat bagi bangsa Indonesia. Kita berharap dengan ruwatan melalui khotmil-Qur’an ini Bangsa Indonesia semakin cepat maju dan setiap permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini mendapatkan jalan keluar terbaik. InsyaAllah melalui khataman 325.000 itu “pintu langit” terbuka, munajat dan riyadlah kita didengarkan oleh Allah SWT. Sehingga usaha kita, kerja keras kita, dan seluruh keringat rakyat Indonesia akan menghasilkan Indonesia baldatun Thayyibatun Warabbun ghafur.

Selain dari itu, Gerakan Nusantara Mengaji yang diawali dengan mengkhatamkan Al-Quran 300 ribu kali secara serentak sehari semalam ini sejatinya adalah langkah kecil untuk menggelorakan kembali kecintaan umat muslim Indonesia kepada Al-Qur’an. Gerakan ini akan terus menginisiasi supaya umat Islam Indonesia semakin gemar membaca, mengkhatamkan dan menjalankan/mempraktekkan semua isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, melalui khataman Al-Qur’an keliling nusantara secara berkala. Ke depan, Gerakan Nusantara Mengaji akan mewujudkan one village-one hafidz (satu desa satu hafidz/hafidzah) sebagai sebuah upaya melanggengkan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat. Gerakan ini juga akan rutin melakukan wakaf/infaq mushaf Al-Qur’an ke pelbagai masjid, musholla dan keluarga muslim seluruh Indonesia. Menggelar pelatihan membaca Al-Qur’an, pelatihan Tahsin Al-Qur’an, khataman online, dan semua kegiatan yang bersumbu dan bertumpu mendekatkan umat Islam terhadap Al-Qur’an. Tentunya, gerakan ini sangatlah memerlukan campur tangan dan keterlibatan seluruh umat muslim dari seluruh penjuru dunia. Gerakan ini terbuka bagi siapapun dan dari manapun umat Islam yang hendak bersama-sama membumikan Al-Qur’an di nusantara.  Semoga Allah meridlai seluruh Gerakan Nusantara Mengaji. Amin.

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*