Kamis, 22 Des 2016 | 21:59 WIB

Mengenal Mushaf Alquran dan Pola Khataman

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Allah memberikan jaminan kepada siapa saja yang membaca Alquran dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya, bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akherat.

Mengenal Mushaf Alquran

Terima kasih Sahabat Nusantara Mengaji, anda sedang menikmati tulisan ini. Kita ketahui bahwa format mushaf Alquran yang beredar di Indonesia cukup beragam. Selama ragam itu adalah mushaf rasm Utsmani, kaidah yang disepakati oleh Sayyidina Utsman RA dalam penulisan huruf dan ayat Alquran, maka sejatinya itu bukanlah perbedaan mendasar.

Perbedaan yang ada agar muslimin di berbagai negara mudah dalam membaca ayat-ayat Alquran. Perbedaan itu pun biasanya dalam bentuk tanda wakaf, atau tanda baca lainnya yang tidak merubah huruf, lafadz, kalimat dan tanda baca dasar. Berikut ini kita kenali Mushaf Alquran.

Mushaf Alquran yang beredar di Indonesia dapat kita ketahui terdiri dari beberapa format, di antaranya format 15 baris, 16 baris dan 18 baris. Bahkan ada yang 13 baris. Secara umum yang beredar adalah selain format 13 baris.

Nusantara Mengaji mempersilahkan muslimin untuk menggunakan mushaf Alquran yang beredar dan telah ditashih (dikoreksi dan dibenarkan) oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Kementerian Agama Republik Indonesia, baik yang terdiri dari format 13 baris 15, 16 atau 18 baris.

Adapun Nusantara Mengaji telah menerbitkan sendiri Mushaf Alquran bekerjasama dengan Lembaga Tahfidz dan Tahsin Nurul Quran yang telah ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Alquran kementerian Agama RI.

Mushaf Nusantara Mengaji termasuk kategori Mushaf Bahriyyah (pojok). Yaitu Mushaf yang biasa digunakan oleh para penghafal Alquran, dengan ciri-ciri : setiap akhir halaman diakhiri dengan tanda ayat (waqaf), setiap ayat tidak terpisah oleh halaman, setiap halaman terdiri dari 15 baris, setiap juz dalam alquran terdiri dari 20 halaman (10 lembar), kecuali juz 1 (terdiri dari 21 halaman) dan juz 30 (terdiri dari 23 halaman).

Manfaat jenis mushaf seperti ini juga sangat bermanfaat bagi muslimin yang ingin menghafal Alquran. Font yang digunakan jelas dan mudah dibaca bagi usia lanjut. Kertas yang digunakan berwarna putih.

Pola Khataman

Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Rahmat Allah SWT turun disaat khataman Alquran.”

Khataman. membaca dan mengkhatamkan Alquran secara umum dapat dilakukan dengan dua pola. Pertama, membaca Alquran dimulai dari juz satu, surah al-Fatihah sampai dengan juz 30, surah annas secara berurutan. Hal ini biasa dilakukan dalam simaan. Satu orang membaca, lainnya menyimak.

Pembacaan bisa dilakukan secara bergantian. Hal ini membutuhkan waktu lama. Bagi mereka yang hafidz Alquran (hafal Alquran), biasanya mampu mengkhatamkan Alquran selama setengah hari. Bila satu juz dibaca selama 20 menit, maka ia bisa mengkhatamkan Alquran selama 10 jam. Bagi yang belum begitu lancar, waktu yang dibutuhkan tentu tidak cukup selama 24 jam non stop.

Kedua, membaca Alquran 30 juz secara serentak atau dalam waktu bersamaan. Ada yang menyebutnya dengan khatmul barqi, khataman kilat.

Hal ini dilakukan dengan cara pembagian juz. Misalnya 30 juz di bagi jumlah peserta dalam suatu majelis. Bila suatu majelis terdiri 30 peserta, maka setiap peserta mendapatkan kesempatan membaca 1 juz. Bila kurang dari 30 misalnya 15 peserta, maka masing-masing mendapatkan kesempatan membaca 2 juz. Demikian seterusnya. Dan bila ternyata dalam suatu majelis terdiri lebih 30 peserta, maka kesempatan kelipatan khataman dapat dilakukan, yakni dua kali khataman, demikian seterusnya.

Prinsipnya, pola ini menyesuaikan dengan kemampuan peserta. Bila di antara peserta masih belum lancar dalam membaca Alquran, maka satu juz bisa dibagi berdua. Demikian seterusnya berdasarkan prinsip proporsional.

Nusantara Mengaji menggunakan dua pola tersebut di atas. Tentu dengan harapan agar tradisi mengaji Alquran (tadarus Alquran, khataman Alquran, tadabbur Alquran) oleh umat Islam menurunkan ketenangan jiwa, meraih keselamatan, keberkahan dan limpahan rahmat Allah SWT. Semoga Bermanfaat. (Nusantara Mengaji)

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*