Jumat, 9 Sep 2016 | 20:07 WIB

Kurban; Wujud Ketaatan dan Kepasrahan

Oleh: M. Syakir Ramdloni 

Sembilan Dzulhijjah puncak prosesi ibadah haji. Enam juta lebih umat Islam berkumpul di padang Arafah. Kemudian mereka beriringan mabit di muzdalifah, melempar Jumroh di Mina dan seterusnya hingga berakhir tahallul (10 Dzulhijjah).

Disaat bersamaan, tepatnya 10 s/d 13 Dzulhijjah umat Islam di seluruh penjuru dunia selain di Mekkah merayakan hari yang agung itu, disebut Idul Adha atau hari raya kurban.

Fenomena menarik sebelum tibanya hari kurban ini adalah maraknya lapak penjual hewan kurban, termasuk di Indonesia. Lapak di pinggir jalan ini menjadi pemandangan biasa setiap tahunnya, dan tentu menarik bagi anak-anak, terutama generasi perkotaan karena mereka dapat melihat kambing dan sapi yang belum tentu terlihat di hari-hari biasa. Inilah momen berbagi keuntungan antara pembeli dan penjual hewan kurban di berbagai daerah. Semoga berkah.

Terlepas dari kenyataan yang menarik itu, harapannya adalah bagaimana kita dan keluarga tertarik untuk menelusuri sejarah, hikmah dan makna kurban itu sendiri.

Nabi Ibrahim AS adalah tokoh utama momentum kurban. Hikmah peristiwa pengurbanan Ibrahim AS mengajarkan kita tentang sikap bertauhid sesungguhnya. Ibrahim AS berhasil mengalahkan egonya. Cinta berlebih kepada ujian keduniaan, permata hati, Ismail AS yang paling ia cintai dan harapkan selama hayatnya.

Ibrahim AS mampu membebaskan dirinya dari penghambaan terhadap materi dengan kesediaan mengurbankan anaknya sendiri sebagai bukti ketaatannya kepada Allah SWT. Cerita pergulatan batin keimanan dan kepasrahannya termaktub dalam Alquran surat Al-Fushilat ayat 102-107.

Ismail AS yang semula dijadikan kurban, diganti oleh Allah dengan seekor domba besar putih bersih tanpa ada cacat sedikitpun. Peristiwa penyembelihan domba oleh Nabi Ibrahim AS ini kemudian menjadi ibadah kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dilanjutkan oleh syariat Nabi Muhammad SAW.

Berkurban adalah aplikasi cinta seorang mukmin kepada Allah SWT. Bukan kecintaan hamba kepada hewan kurbannya, akan tetapi cinta dan kepasrahan hamba kepada Allah SWT.

Berkurban tidak akan mendapatkan kebaikan sempurna dari Allah atau nilai yang maksimal kecuali memberikan apa yang paling dicintai, simbol kecintaan. Oleh karena itu hewan yang dikurbankan harus yang terbaik. Kemampuan kita yang terbaik. Tidak boleh cacat, umur yang cukup dan sebagainya.

Selain wujud cinta kepada Alah SWT, kurban merupakan wujud cinta kepada sesama manusia. Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, memberikan kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah.” Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.

Begitulah kurban menjadi puncak kepasrahan iman seorang hamba. Dimana keteguhan iman seseorang akan terlihat pada seberapa besar pengorbanan dan kepasrahan yang ia berikan, seberapa banyak ia memberi, seberapa banyak ia meneteskan keringat, dan puncak dari segalanya adalah menyerahkan harta dan jiwa sebagai persembahan total kepada Allah SWT. Ismail AS hanyalah simbol dari segala yang dimiliki dan dicintai oleh Ibrahim AS dalam hidup ini. Demikian pula kita.

Makna yang paling bisa diambil dari ibadah qurban adalah sejauh mana tingkat kepasrahan kita kepada Allah SWT dan sejauh mana tingkat ketaatan, kesabaran dan pengorbanan kita dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Selain itu, kurban memiliki pesan esensial bagi kita semua, yakni perintah menegakkan tauhid sebagai pondasi utama beragama. Makna kalimat tauhid Laa ilaaha illa Allah merupakan kepasrahan akan segala perintah-Nya. Kepatuhan hingga melepaskan ke-aku-an diri dari segala belenggu duniawi.

 

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*