Selasa, 13 Des 2016 | 19:52 WIB

Jazil: Keteladanan Nabi Ajarkan Kita Jadi Pribadi dan Masyarakat Beradab

 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM- Koordinator Nasional (kornas) Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid, mengatakan salah satu kemajuan bangsa Indonesia dibangun melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kegiatan maulid merupakan pendidikan dalam upaya menguatkan karakter bangsa.

“Kegiatan maulid selalu mengingatkan kita untuk terus meneladani perilaku Rasulullah. Yakni sifat dan sikap mulia yang berlaku universal dalam memperkuat budaya kesantunan dan karakter khas ketimuran kita,” ucap Jazil dalam acara Khataman Akbar Nusantara Mengaji sekaligus peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12/2016).

Sebagai teladan umat, Nabi mengajarkan manusia tentang toleransi, tenggang rasa, dan membangun kerukunan dalam keragaman.

“Keteladanan Nabi mengajarkan kita agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab. Sebab, beliau adalah Alquran ‘berjalan’ yang akhaknya juga cerminan nilai-nilai Alquran,” katanya lagi seraya mengutip hadis yang dikisahkan oleh istri Nabi, Aisyah RA.

Selain itu, lanjutnya, tradisi maulid di Indonesia selalu dirayakan dengan kegiatan pengajian khataman Alquran atau pembacaan kitab al-Barjanzi.

“Ini juga gerakan spiritual yang menjadi komplementer dalam usaha mencapai kemajuan bangsa”, tuturnya.

Jazil mengatakan umat Islam saat ini lebih banyak membaca informasi dari media sosial dari pada Alquran.
Padahal, banyak di antara informasi tersebut yang tidak benar.

“Sekarang masyarakan lebih banyak membaca medsos (media sosial – red) dari Alquran. Ini kita sayangkan karena bukan hanya tidak berpahala bahkan info dari medsos perlu diverifikasi mana yang benar dan mana yang tidak benar,” katanya.

Karena itu, Jazil menegaskan, agar teknologi informasi juga dapat digunakan untuk hal yang lebih positif, Nusantara Mengaji juga hadir dalam aplikasi khamatan Alquran online.

“Terutama generasi muda, yang menurut survey, paling banyak mengakses media sosial,” imbuhnya lagi.

Selain itu, Jazil juga mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan khataman Alquran dimana dan kapanun.

“Minimal bakda maghrib, walau hanya sekali dalam sehari. Jangan sampai rumah kita seperti kuburan tanpa ada yang membaca Alquran. Seperti disebut dalam hadis, rumah tanpa Alquran akan terlihat dari ‘langit’ seperi kuburan. Begitu juga masyarakat bogor dan Indonesia, kalau tidak ada yang membaca Alquran,” paparnya.

Acara khataman Alquran yang kembali digalakkan Nusantara Mengaji ini juga dilaksanakan di seluruh kecamatan se-kabupaten Bogor.
Masjid Baitul Faizin Cibinong yang menjadi pusat tempat khataman yang disiarkan langsung melalui program Damai Indonesiaku di TV One.

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*