Jumat, 2 Des 2016 | 17:12 WIB

Agar Tindakan Senantiasa Bernilai Ibadah

 

Kemajuan teknologi saat ini banyak membantu orang menuntaskan kepentingannya dengan mudah. Namun karena kebudahan tersebut tak sedikit yang kemudian bertindak ceroboh.

Akibat kecerobohan tersebut tak sedikit yang akhirnya harus berhadapan dengan sejumlah masalah, beberapa bahkan berujung di meja hijau, hal itu karena tindakan mereka di media sosial seperti facebook, twitter dan lainnya.

Belajar dari peristiwa yang terjadi pada beberapa orang di media sosial tersebut, sebagai manusia yang dicipatakan penuh dengan kekekurangan sudah semestinya harus tetap waspada dan mawas diri dalam bertindak walau itu memudahkan. Pertimbangkan dengan matang, dan ingat bahwa apa yang kita lakukan akan memiliki dampak.

Oleh karena itu memikirkan apa yang akan dilakukan menjadi sesuatu yang harus selalu menjadi pertimbangan agar, apa yang dilakukan tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Rasulullah lewat sebuah hadis mengingatkan kita.

“Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

Berfikirlah terlebih dahulu sebelum bertidak, bisa kok tindakan yang kita lakukan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan pahala, walau tindakan itu sesuatu yang tampak sederhana dan sepele. Misalnya dengan membagi sesuatu yang bermanfaat, dan tindakan lain yang membawa kebaikan.

Rasulullah dalam sebuah hadis bersabda tentang tindakan-tindakan yang akan membuat pahala kita terus mengalir hingga kita tak lagi di dunia ini.

“Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang saleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” (HR Ibn Majah).

Marilah kita isi kemajuan teknologi ini untuk terus membuka ladang-ladang amal sebagai bekal di kemudian hari. Seperti disebutkan hadis di atas, kita cukup membagikan pengetahuan yang bermanfaat kepada orang lain, hal itu akan menjadi ilmu yang bermanfaat, dan ketika ilmu tersebut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, hal itu akan menjadi amal yang tidak akan pernah habis sepanjang ilmu terus memberikan manfaat.

Contoh tindakan sederhana lain adalah menginfakkan Alquran. Langkah ini sangat ringan, namun dampaknya sangat luar biasa, kita bisa membatu orang lebih dekat dengan Alquran, dari tiap huruf ayat yang dilantunkan akan mengalir limpahan pahala yang terus mengalir untuk mereka yang menginfakkan dan mengajarkan bacaannya.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu memberikan manfaat dari tindakan yang kita lakukan. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi orang lain.” (HR ath-Thabrani). (Nusantara Mengaji)

Share this:
Tags:

Add Comment

Ut tellus dolor, dapibus eget, elementum vel, cursus eleifend, elit. Aenean auctor wisi et urna. Aliquam erat volutpat. Duis ac turpis. Integer rutrum ante eu lacus. Required fields are marked*